• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. TINGKAT KEHILANGAN TINGGI, PERBAIKI PASCA PANEN SAYUR

TINGKAT KEHILANGAN TINGGI, PERBAIKI PASCA PANEN SAYUR

  • 23 November 2021, 7:31 AM
  • Sayur, Kilas, Agribisnis

Bandung Barat, Hortiindonesia.com

Tingkat kehilangan pasca panen sayuran di negara-negara berkembang termasuk Indonesia cukup tinggi yaitu 40%. Karena itu upaya untuk menaikkan pasokan sayuran ke pasar bukan saja dengan meningkatkan produktivitas tetapi menekan kehilangan pasca panen. Prof Ali Asgar dari Balai Penelitian Tanaman Sayuran menyatakan hal ini pada Forum Komunikasi Profesor Riset

“Pengurangan 10% kehilangan hasil pasca panen melalui perbaikan penanganan, lebih banyak hasil yang diselamatkan daripada peningkatatan produktivitas 10% tanpa diikuti perbaikan penanganan,” katanya.

Kehilangan pasca panen dapat berupa penurunan kualitas, Dapat terjadi dalam waktu beberapa hari sampai beberapa minggu pada penanganan yang dilakukan secara tradisional. Padahal untuk menghasilkan sayur tersebut mulai dari tanam sampai panen perlu beberapa bulan.  Untuk itu perlu prosedur pasca panen yang tepat.

Pada bawang putih teknologi pasca panen petani umumnya masih dilaksanakan secara tradisional. Pengeringan bawang putih dilakukan dengan cara dijemur dibawah sinar matahari, digantung dan pengasapan. Setelah kering umbi disimpan digudang selama 3 bulan dan bobot susut 40%.

Penyimpanan bibit perlu waktu 5-6 bulan untuk varietas dataran medium dan rendah, 9 bulan untuk varietas dataran tinggi. Penyimpanan dengan cara diasap merusak umbi bibit dengan penampilan kurang menarik dan kecoklatan.

Penyimpanan bawang putih merupakan salah satu masalah petani karena terjadi penyusutan bobot mencapai 60% lebih.  Petani belum banyak menerapkkan hasil-hasil penelitian tentang teknologi penekanan kehilangan hasil. Daya simpan bawang putih tergantung pada pemupukan pada budidaya dan cara pengeringan. Pengeringan dapat menggunakan alat pengering tenaga surya.


Baca Juga: Asosiasi Champion Cabai: Kinerja Menteri Pertanian Atasi Cabai Sangat Dirasakan

Demplot bawang putih varietas  Lumbu Hijau dan Tawangmanggu oleh Balai Penelitian Sayuran di Tegal menunjukkan hasil panen lumbu hijau 29 ton dan Tawangmanggu 36 ton. Produktivitas rata-rata bawang putih nasional 8,7 ton/ha sedang China 26 ton/ha.

Secara kualitas bawang putih lokal lebih bagus dari impor baik dari sisi aroma maupun ukurannya. Masalahnya adalah biaya produksi di Indonesia Rp15.000/kg sedang China Rp8.000/kg. Hal ini penyebab bawang putih lokal kalah bersaing dengan bawang putih impor.

Rata-rata konsumsi bawang putih perbulan adalah 47.000-48.000 ton /bulan, kebutuhan bawang putih nasional 500.000 ton. Untuk mencapai swasembada dengan produktivitas 8-10 ton/ha diperlukan luas tanam 75.000 ha pada ketinggialnl1.500 mdpl. Luas lahan bawang putih yang tersedia hanya 2.000 ha. Untuk peningkatan produksi perlu tambahan lahan puluhan ribu ha. Penggunaan teknologi akan menjadi kunci untuk memacu produksi.

Tantangan pengembangan bawang putih ada pada kebijakan dan komitmen kuat pihak terkait karena tata niaga impor sudah mapan. Petani dengan dukungan pemerintah saat ini sedang semangat dan masif mengembangkan bawang putih.  Kementan memproyeksikan tahun 2021 luas tanam bawang putih 80.000-100.000 ha sedang lahan yang tersedia untuk tanam bawang putih 600.000 ha.

Harga bawang putih harus dijaga agar selalu terjangkau dengan meningkatkan produktivitas dan memotong rantai pasok. Redistribusi lahan dan pembentukan BumDes juga salah satu cara untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi bawang putih. Pasca panen bawang putih harus menjadi perhatian.

Penanganan pasca panen bawang putih yang perlu diperhatikan adalah prosedur manajemen suhu, pengaturan kelembaban dan suplemen terhadap manajemen suhu. Manajemen suhu dilakukan untuk memperpanjang daya simpan bawang putih.

 

 

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 23 November 2021, 7:31 AM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 23 November 2021, 7:31 AM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 23 November 2021, 7:31 AM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 23 November 2021, 7:31 AM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved