• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Sukun, Sumber Karbohidrat Alternatif Pengganti Beras

Sukun, Sumber Karbohidrat Alternatif Pengganti Beras

  • 09 Februari 2026, 8:40 AM
  • Buah
  • Adhita Diansyavira

Hortiindonesia.com - Sobat Horti, di tengah tantangan ketahanan pangan dan tingginya ketergantungan masyarakat pada beras, sudah saatnya kita kembali melirik potensi pangan lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Salah satu komoditas yang memiliki peluang besar sebagai sumber karbohidrat alternatif adalah sukun (Artocarpus altilis). Tanaman tropis ini telah lama dikenal di Indonesia dan tumbuh luas di berbagai daerah, namun pemanfaatannya masih sebatas makanan ringan seperti gorengan atau keripik.

Berdasarkan publikasi Mari Mengenal Sukun terbitan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura tahun 2014 , kandungan karbohidrat sukun tergolong tinggi dan berpotensi menjadi substitusi bahan pangan pokok. Dalam 100 gram buah sukun tua terkandung sekitar 28 gram karbohidrat dengan energi lebih dari 100 kalori.

Jika diolah menjadi tepung, kandungan karbohidratnya bahkan dapat mencapai hampir 79 gram per 100 gram bahan, dengan energi sekitar 300 kalori. Angka ini menunjukkan bahwa sukun sangat layak dikembangkan sebagai bahan pangan pengganti beras maupun bahan baku berbagai produk olahan.

Selain kaya karbohidrat, sukun juga mengandung protein, vitamin C, vitamin A, kalsium, fosfor, dan zat besi dalam jumlah yang cukup untuk mendukung kebutuhan gizi masyarakat. Di beberapa wilayah seperti Kepulauan Sangir dan Talaud, sukun bahkan telah lama dikonsumsi sebagai makanan pengganti nasi. Hal ini membuktikan bahwa secara budaya dan kebiasaan, sukun sebenarnya sudah memiliki tempat dalam pola konsumsi masyarakat Indonesia.


Baca Juga: Sudah Tua, Petani Semprot Mati Lahan Cabai

Dari sisi budidaya, sukun termasuk tanaman yang tangguh dan adaptif. Tanaman ini mampu tumbuh pada berbagai jenis tanah, mulai dari tanah aluvial yang kaya humus hingga tanah podzolik dan berkapur. Sukun dapat berkembang dari dataran rendah hingga ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut dengan suhu ideal antara 21 hingga 33 derajat Celsius dan curah hujan 1.500 sampai 2.500 mm per tahun.

Bahkan pada kondisi lahan yang relatif kering, tanaman dewasa masih mampu beradaptasi dengan baik. Dengan umur produktif yang panjang dan kemampuan berbuah selama puluhan tahun, sukun memiliki prospek sebagai cadangan pangan jangka panjang.

Pengembangan sukun sebagai sumber karbohidrat alternatif tentu perlu didukung sistem perbenihan yang baik. Karena umumnya tidak berbiji, perbanyakan sukun dilakukan secara vegetatif, terutama melalui stek akar dan stek batang. Teknik stek akar banyak digunakan karena mampu menghasilkan bibit dalam jumlah besar dan relatif seragam.

Dengan pengelolaan yang tepat, bibit sukun sudah dapat ditanam di lapangan setelah berumur beberapa bulan dan tumbuh menjadi tanaman produktif yang berkelanjutan.

Sobat Horti, diversifikasi pangan bukan sekadar wacana, melainkan kebutuhan nyata untuk mengurangi ketergantungan pada satu komoditas pokok. Sukun menawarkan kombinasi antara kandungan gizi yang memadai, kemudahan budidaya, serta potensi pengolahan yang luas. Jika dikelola secara serius dari hulu hingga hilir, sukun dapat menjadi salah satu solusi strategis dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan Indonesia.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 09 Februari 2026, 8:40 AM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 09 Februari 2026, 8:40 AM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 09 Februari 2026, 8:40 AM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 09 Februari 2026, 8:40 AM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved