• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Sukun Disebut Superfood, Berpotensi Jadi Penopang Pangan Global

Sukun Disebut Superfood, Berpotensi Jadi Penopang Pangan Global

  • 26 Maret 2026, 11:55 AM
  • Buah
  • Adhita Diansyavira

Hortiindonesia.com - Buah sukun kini kembali menjadi sorotan dunia seiring meningkatnya perhatian terhadap sumber pangan alternatif yang berkelanjutan. Tanaman asli Nusantara ini dinilai memiliki potensi besar sebagai penopang ketahanan pangan global, terutama di tengah ancaman krisis iklim dan keterbatasan sumber pangan.

Pada awalnya, keberadaan sukun hanya menjadi angan-angan masyarakat Eropa. Hal ini karena buah tersebut tidak dapat tumbuh di wilayah beriklim dingin. Namun, ketika era penjelajahan samudera dimulai, bangsa Eropa akhirnya menemukan buah yang selama ini mereka bayangkan dan langsung terkesima dengan keunikannya.

Sukun sendiri berasal dari kawasan Kepulauan Nusantara dan telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat lokal. Catatan sejarah menunjukkan bahwa tanaman ini mudah ditemukan di berbagai wilayah Indonesia serta kawasan Pasifik. Bahkan, relief di Candi Borobudur menggambarkan sukun sebagai salah satu sumber pangan penting sejak masa lampau.

Interaksi pertama orang Eropa dengan sukun tercatat pada abad ke-17. Penjelajah Inggris, William Dampier, menemukan buah ini saat singgah di Guam pada 1686. Ia menggambarkan sukun sebagai buah dari pohon besar yang unik karena tidak memiliki biji. Dalam catatannya, Dampier menuliskan, “Maka, kami menamakannya sebagai breadfruit,” karena setelah dipanggang, rasanya menyerupai roti.

Laporan Dampier kemudian memicu ketertarikan masyarakat Eropa. Ia juga menyebut bahwa sukun memiliki rasa lezat dan berpotensi membantu mengatasi kelaparan serta penyakit seperti kudis. Pendapat serupa disampaikan ilmuwan Belanda, Georg Eberhard Rumphius, yang menyebut sukun sebagai buah bergizi tinggi dan serbaguna, serta dapat menjadi solusi saat terjadi krisis pangan.


Baca Juga: Sehat dan Segar, Ini Cara Bikin Infused Water

Upaya penyebaran sukun ke luar Nusantara mulai dilakukan pada abad ke-18. Penjelajah James Cook bersama ahli botani Joseph Banks menginisiasi penelitian dan pengembangan tanaman ini. Banks kemudian mengusulkan kepada Raja Inggris, George III, agar sukun dibudidayakan di wilayah koloni sebagai sumber pangan.

Setelah mendapat persetujuan, bibit sukun mulai ditanam di berbagai koloni Inggris, termasuk kawasan Karibia dan Amerika Tengah. Dalam perkembangannya, tanaman ini menyebar ke berbagai wilayah Afrika dan Asia, hingga akhirnya dikenal dan dikonsumsi secara luas oleh masyarakat dunia.

Seiring perkembangan ilmu pengetahuan, klaim manfaat sukun yang sebelumnya hanya berdasarkan pengalaman empiris kini telah diperkuat oleh penelitian modern. Sukun diketahui mengandung vitamin C, potasium, dan magnesium dalam jumlah tinggi, serta kaya serat dengan kadar lemak dan gula yang rendah.

Tak hanya itu, berbagai riset juga mengategorikan sukun sebagai superfood. Selain kandungan gizinya yang tinggi, tanaman ini memiliki keunggulan lain seperti cepat berbuah, membutuhkan perawatan minimal, tahan terhadap kondisi cuaca ekstrem, serta mampu beradaptasi di berbagai lingkungan.

Dengan berbagai keunggulan tersebut, Sobat Horti, sukun kini dipandang sebagai salah satu solusi potensial untuk menghadapi ancaman krisis pangan global akibat perubahan iklim. Kemampuannya untuk tumbuh di berbagai wilayah membuat tanaman ini mudah dibudidayakan di luar habitat aslinya di Indonesia. Hal ini menjadikan sukun tidak hanya penting secara historis, tetapi juga strategis dalam mendukung ketahanan pangan dunia di masa depan.

Sumber : CNBC Indonesia

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 26 Maret 2026, 11:55 AM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 26 Maret 2026, 11:55 AM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 26 Maret 2026, 11:55 AM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 26 Maret 2026, 11:55 AM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved