• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Sukabumi Siap Gedor Ekspor, Gelar Festival Buah dan Florikultura

Sukabumi Siap Gedor Ekspor, Gelar Festival Buah dan Florikultura

  • 08 Februari 2020, 6:53 PM
  • Kilas
  • HORTI INDONESIA

Sukabumi - Gerakan Tiga Kali Ekspor komoditas pertanian yang digaungkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo disambut antusias di daerah-daerah sentra. Ekspor produk hortikultura yang meliputi buah-buahan, sayuran, tanaman obat dan florikultura menjadi andalan di beberapa daerah.

Kementerian Pertanian bersama instansi terkait terus memacu kinerja ekspor hortikultura dengan melakukan penataan hulu hingga hilir.  Beragam acara untuk menggerakkan potensi ekspor pun marak digelar di berbagai daerah, salah satunya di Sukabumi, Jawa Barat.

Sebagai salah satu kawasan penyangga pangan ibukota, Sukabumi memiliki potensi ekspor buah dan florikultura yang besar. Untuk memperkenalkan potensi tersebut, belum lama ini digelar Festival Buah Sukabumi Tahun 2020 di Lapangan Cangehgar Komplek Olahraga Jajaway.

Festival tersebut menampilkan berbagai jenis buah yang familiar dikonsumsi hingga jenis buah unik yang ditemukan di Sukabumi. Beragam acara digelar mulai dari pameran produk segar dan olahan buah, kontes durian, lomba mewarnai sampai lomba merangkai buah.

Marwan Hamami, Bupati Sukabumi menegaskan bahwa buah tropis asal Sukabumi mempunyai potensi yang besar baik untuk memasok kebutuhan pasar lokal maupun ekspor.

“Festival kali ini kita gelar semua buah asli Sukabumi selama tiga hari, supaya masyarakat semakin tahu dan bisa mencicipinya. Kita edukasi kepada masyarakat, meyakinkan masyarakat bahwa buah kita tidak kalah dengan buah impor, bahkan kita mampu ekspor,” ujar Bupati Marwan.

Rencananya acara ini akan diikuti 47 kecamatan. Tiap wilayah bakal menampilkan buah unggulannya.

"Sekarang ini di Kabupaten Sukabumi sudah ada enam eksportir yang aktif. Belum lama, pelaku usaha asal Belanda dan Jerman yang langsung datang kesini untuk penjajagan ekspor hortikultura. Kami juga sedang merintis kerja sama dengan Malaysia untuk pengembangan Alpukat seluas 300 hektar,” papar Marwan semangat .


Baca Juga: Tingkatkan Produktivitas Informasi Publik, Ditjen Hortikuktura Gelar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Tim Kreatif

Direktur Buah dan Florikultura, Liferdi Lukman mengatakan Indonesia menjadi penghasil buah tropis dan buah eksotik yang besar. Kata dia, produksi buah nasional tahun 2017 tercatat 19,6 juta ton, tahun 2018 meningkat 9,3% menjadi 21,4 juta ton.

"Pangsa pasar diluar negeri terbuka sangat lebar, mulai dari Eropa, Timur Tengah sampai kawasan Asia,” ujar Liferdi.

Kementerian Pertanian menurutnya, akan terus memacu ekspor buah-buahan melalui berbagai cara. Diantaranya merangkul pelaku usaha, perbaikan kebun buah, diplomasi perdagangan bersama instansi terkait, registrasi kebun, perbaikan pascapanen hingga mendorong efisiensi logistik.

“Pada 2017 ekspor buah kita mencapai 41.441 ton dengan nilai 24,8 juta US$ dan tahun 2018 meningkat mencapai 89.340 ton dengan nilai 63,2 juta US$. Gerakan tiga kali lipat ekspor hortikultura sangat memerlukan dukungan dari berbagai stake holder. Hal ini tidak bisa dikerjakan sendiri dan sepotong sepotong. Kami sangat apresiasi bagi daerah yang telah berkontribusi aktif dalam peningkatan ekspor hortikultuar tersebut,” tandas Liferdi.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Sudrajat, menyebut wilayahnya sangat potensial untuk mendukung ekspor buah dan florikultura.

“Manggis dan Dracaena sementara ini menjadi andalan ekspor dari Kabupaten Sukabumi. Tahun ini Sukabumi sedang merintis ekspor pisang. Khusus untuk manggis saja setiap tahun kita ekspor mencapai 3 ribu ton, setara dengan 15 persen hasil produksi Kabupaten Sukabumi. Target kami menjadi 9 ribu ton setahun nantinya,”kata Sudrajat.

Dia memaparkan bahwa sentra manggis Sukabumi berada di tiga kecamatan yaitu di Cikembar, Gunung Guruh dan Cicantayan.

"Biasa kami sebut segi tiga emas manggis. Sentra sentra produksi di wilayah kami akan terus kami kawal secara teknis dan keberadaannya. Alhamdulillah pemerintah daerah sangat komit dengan pembangunan hortikultura,” imbuhnya.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 08 Februari 2020, 6:53 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 08 Februari 2020, 6:53 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 08 Februari 2020, 6:53 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 08 Februari 2020, 6:53 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved