• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Semi Organik, Varietas Unggul, dan Keuletan: Kunci Sukses Budidaya Tomat

Semi Organik, Varietas Unggul, dan Keuletan: Kunci Sukses Budidaya Tomat

  • 15 Mei 2025, 1:46 PM
  • Buah
  • HORTI INDONESIA

Sulawesi Tengah, hortiindonesia.com – Sejak 2014, Moh Irfan Ardiansyah yang merupakan petani asal Desa Loru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah telah menjadikan tomat sebagai komoditas utama dalam usaha pertaniannya. Dengan luas lahan sekitar 0,5 hektare, ia memilih tomat karena permintaannya yang tinggi serta relatif mudah dalam pemasaran.

"Tomat adalah salah satu komoditas yang paling diminati petani dan pasarnya cukup luas," ujar Moh Irfan Ardiansyah dalam wawancara bersama Horti Indonesia.

Persiapan Awal yang Krusial dalam Budidaya Tomat

Dalam menjalankan usaha budidaya tomat, Irfan menekankan pentingnya persiapan awal yang matang. Ada beberapa hal mendasar yang harus diperhatikan jika ingin sukses menanam tomat.

“Pertama pengolahan lahan yang baik, lalu pemberian pupuk baik organik maupun kimia sesuai kebutuhan tanaman. Pemilihan benih berkualitas juga sangat penting. Jangan lupa, pemberian pestisida harus dilakukan secara tepat,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa serangan hama dan penyakit khususnya penyakit layu, merupakan tantangan paling krusial yang sering dihadapi dalam budidaya tomat. Oleh karena itu, pengendalian hama dan penyakit harus dilakukan sejak dini dan secara berkala.

“Penyakit layu itu musuh utama. Kalau sudah kena, bisa gagal panen,” katanya.

Untuk menjamin keberhasilan panen, ia memilih varietas yang sesuai dengan kondisi lahan dan iklim setempat. Saat ini  varietas yang digunakan adalah Servo dan Gustavi. Keduanya dikenal cocok untuk dataran rendah dan memiliki keunggulan dari sisi tonase serta ketahanan terhadap penyakit.

“Pemilihan varietas itu sangat penting. Petani butuh hasil panen yang tinggi dan tidak gampang terserang penyakit. Servo dan Gustavi sejauh ini yang paling cocok,” terangnya.

Ia menekankan bahwa kesalahan dalam memilih varietas bisa berdampak pada rendahnya produktivitas. Oleh karenanya sebelum memulai budidaya, petani disarankan untuk melakukan riset kecil atau berkonsultasi dengan penyuluh pertanian setempat.

Belajar dari Pengalaman Gagal Panen


Baca Juga: PATEMO, PETANI PLASMA SAWIT, RAUP PULUHAN JUTA DARI TUMPANGSARI HORTIKULTURA

Meski kini telah merasakan manisnya hasil panen, ia tidak menampik pernah mengalami masa-masa sulit. Pada awal-awal menanam tomat, ia pernah gagal panen karena kurangnya pengalaman dalam hal pemberian nutrisi dan pengendalian hama.

“Waktu itu saya masih baru, belum tahu kebutuhan tanaman. Pestisida juga belum tepat sasaran. Tapi dari situlah saya belajar,” kenangnya.

Menurutnya, kesalahan umum yang masih sering dilakukan petani adalah memberikan pupuk atau pestisida secara sembarangan, tanpa memperhatikan jenis dan kebutuhan tanaman. Padahal, penggunaan yang tidak sesuai justru bisa memperburuk kondisi tanaman.

Ia juga mengimbau sesama petani untuk tidak hanya mengandalkan pupuk dan pestisida kimia. Menurutnya, penggunaan metode semi organik dapat meningkatkan kesuburan tanah dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia.

“Semi organik itu penting. Jangan terlalu fokus ke kimia, nanti tanah bisa rusak. Kita harus pikirkan jangka panjang,” jelasnya.

Strategi Bersaing di Pasar

Berbekal kerja keras dan peningkatan kualitas produksi, hasil panen tomatnya kini tidak hanya dijual di pasar lokal, tetapi juga dikirim ke berbagai daerah bahkan luar pulau. Ia menjalin kemitraan dengan beberapa pengepul yang rutin menampung hasil panennya.

“Sistemnya kadang langsung ke pasar, kadang lewat pengepul yang bawa ke luar daerah. Yang penting kualitas tomatnya bagus, ukurannya juga harus sesuai permintaan pasar,” ujarnya.

Agar tomat bisa bersaing secara harga dan kualitas, ia berpendapat bahwa petani harus benar-benar memperhatikan mutu produknya. Tomat yang memiliki ukuran seragam, tampilan menarik, dan bebas dari cacat akan lebih mudah diterima pasar.

“Jangan asal panen. Kalau kualitas dijaga, pembeli pasti datang lagi. Ukuran juga penting, pasar biasanya minta ukuran tertentu,” katanya.

Dengan manajemen yang baik, ia memperkirakan bisa mendapatkan keuntungan bersih dua kali lipat dari modal awal setiap kali musim tanam, terutama ketika harga pasar sedang bagus.

“Kalau lagi bagus, bisa dua kali lipat dari modal. Tapi ya tetap harus hemat dan teliti dalam pemakaian pupuk serta obat-obatan,” tambahnya.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 15 Mei 2025, 1:46 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 15 Mei 2025, 1:46 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 15 Mei 2025, 1:46 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 15 Mei 2025, 1:46 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved