• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Peringatan HPS - 39 di Kendari, Kementan akan Pamerkan Teknologi Pengolahan Kakao dan Pompa Air Berbasis 4.0

Peringatan HPS - 39 di Kendari, Kementan akan Pamerkan Teknologi Pengolahan Kakao dan Pompa Air Berbasis 4.0

  • 18 Oktober 2019, 12:17 PM
  • Kilas
  • HORTI INDONESIA

Kendari - Tiap tahun Indonesia memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS). Untuk tahun ini, peringatan HPS ke - 39 akan berlangsung pada 2 - 5 Nopember 2019 di Sulawesi Tenggara. Ada dua komoditas yang menjadi fokus utama perhatian pemerintah yakni kakao dan sagu.

“Peringatan HPS tahun ini akan berlangsung di dua lokasi yakni Kota Kendari dan Kabupaten Konawe Selatan, tepatnya Kecamatan Angata,” kata Ketua Pelaksana HPS sekaligus Direktur Jenderal Hortikultura, saat mengecek kondisi persiapan di Desa Puudambu, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan, Rabu (16/11).

Acara ini akan mengedepankan teknologi pertanian pada kedua komoditas tersebut. Pemanfaatan teknologi ini sejalan dengan tema nasional yang mengusung, "Teknologi Industri Pertanian dan Pangan Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045".

Beberapa teknologi yang ditampilkan antara lain pompa air berbasis android dan mesin pengolah kakao. Kedua teknologi besutan Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) ini digadang-gadang akan dioperasikan perdana oleh Presiden RI nanti.

Pompa air berbasis teknologi 4.0 ini dapat disetel hingga kejauhan ribuan kilometer. Power on - off menyatu dalam handphone operator dengan bantuan internet.

"Ini luar biasa sekali ya. Hanya dengan satu tangan, kita bisa mengoperasi mesin air dalam jarak jauh. Petani tidak perlu repot ke ladang untuk menyalakan air. Ini bahkan bisa dioperasikan dari Bogor," ucap Anton bangga.

Hal ini diamini teknisi Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi, Heri. Dirinya menyebutkan meski baru diujicobakan di lokasi gelar teknologi pada pelaksanaan HPS, terbukti sangat membantu pelaksanaan panen kakao nanti.


Baca Juga: Merdeka Ekspor Pertanian Bangun Optimisme: 7 Hari, 7 Trilyun Lebih

"Mesin ini dapat dioperasikan jarak jauh asalkan sinyal internetnya kuat. Debit air dalam 1 detik sebanyak 4 liter. Apabila menyala lebih dari 3 jam, mesin akan otomatis mati," ujar Heri.

Budidaya kakao rakyat di Angata sudah cukup baik. Meski kemarau panjang melanda hampir seluruh wilayah Indonesia, tapi petani masih bisa panen dengan baik, bahkan panen di luar musim. “Dengan teknologi Balitbangtan, pada musim kemarau petani bisa panen di luar musim, bahkan sampai dua kali panen,” katanya.

Di kebun petani yang menjadi lokasi acara gelar teknologi HPS ini, ungkap Anton, juga akan diperkenalkan teknologi tumpang sari kakao dengan tanaman pangan. Nantinya lahan kakao yang sedang diremajakan akan dilakukan tumpang sari dengan padi gogo, kedelai dan jagung. Dirjen termuda di Kementan ini menyebutkan pohon kakao di Angata sudah melalui peremajaan yang dinamakan sambung samping. Tehnik peremajaan bisa mempercepat panen.

"Ini adalah tanaman kakao varietas unggul MCC 02 yang produktivitasnya mencapai 2,5 ton. Di sini tanaman kakao sudah melalui peremajaan sambung samping. Tanaman yang tua dipangkas dan di sisi kiri - kanan ditempel batang baru. Jadi dengan sambung samping cukup 2 - 2,5 tahun tanaman bisa berbuah," jelas Anton.

Pada perhelatan HPS nanti, Balibangtan juga akan memamerkan paket mesin pengolahan kakao. Terdiri dari alat sangrai, pengupas kulit, alat press, pelembut, pengayak, dan penghalus bubuk coklat.

Peneliti utama Balai Besar Pasca Panen Pertanian, Hernani
menyebutkan, "Alat ini akan dipamerkan pada acara HPS nanti. Selain menunjukkan teknologinya, sekaligus mendorong para petani menciptakan skala usaha rakyat. Dari alat ini bisa dibuat permen cokleat, selain atau cokelat batangan."

Data Ditjen Perkebunan menyebutkan bahwa Sulawesi Tenggara pada 2018 memiliki luasan kebun kakao mencapai 257.789 hektare terdiri dari 42.229 hektare tanaman kakao belum menghasilkan (TBM), 135. 831 hektare tanaman kakao menghasilkan (TM) dan 79.729 hektare tanaman kakao tidak menghasilkan atau rusak. Sementara luas perkebunan milik rakyat di Kecamatan Angata ada 800 hektare.

 

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 18 Oktober 2019, 12:17 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 18 Oktober 2019, 12:17 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 18 Oktober 2019, 12:17 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 18 Oktober 2019, 12:17 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved