• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Pasar Herbal Global Melirik Daun Sirsak Asal Indonesia

Pasar Herbal Global Melirik Daun Sirsak Asal Indonesia

  • 28 Mei 2026, 8:17 AM
  • Herbal
  • Adhita Diansyavira

Hortiindonesia.com — Selama bertahun-tahun, daun sirsak hanya dianggap bagian tak penting dari kebun. Daunnya dipangkas, dikumpulkan bersama ranting, lalu dibuang atau dibakar begitu saja. Nilai ekonominya nyaris tak pernah diperhitungkan oleh petani maupun pelaku usaha hortikultura di Indonesia.

Namun kondisi itu mulai berubah. Di tengah meningkatnya tren produk herbal alami dunia, daun sirsak kini mulai dilirik pasar internasional. Produk olahannya sudah masuk pasar ekspor dan dijual dalam bentuk teh herbal, bubuk ekstrak, hingga kapsul suplemen di berbagai platform e-commerce global.

Permintaan terbesar datang dari negara-negara yang memiliki pasar herbal kuat seperti Malaysia, Jerman, hingga Korea Selatan.

Buah sirsak selama ini memang lebih populer dibanding daunnya. Rasa manis-asam yang khas membuat buah tropis ini banyak dikonsumsi sebagai jus, dessert, hingga bahan baku industri minuman. Kandungan vitamin C, serat, dan antioksidan juga menjadikan sirsak cukup diminati sebagai bahan pangan kesehatan.

Malaysia tercatat menjadi salah satu pembeli paling konsisten komoditas sirsak Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data perdagangan 2024, nilai ekspor sirsak Indonesia ke Malaysia mencapai US$24.089 atau sekitar Rp426 juta.

Namun perhatian pasar kini tidak lagi hanya tertuju pada buahnya. Bagian daun yang sebelumnya sering dianggap limbah ternyata memiliki nilai jual baru di pasar herbal global.

Daun sirsak berasal dari tanaman Annona muricata, tumbuhan tropis yang banyak tumbuh di kawasan Asia Tenggara, Amerika Latin, dan Afrika. Dalam pengobatan tradisional, daun ini sejak lama digunakan sebagai bahan rebusan herbal.

Popularitasnya meningkat seiring berkembangnya industri suplemen alami dunia. Produk teh daun sirsak kini banyak dipasarkan sebagai minuman herbal premium dengan kemasan modern berisi 40 hingga 60 kantong teh celup. Di marketplace internasional seperti Amazon, produk tersebut dijual dengan harga mencapai belasan dolar AS per kemasan.

Sejumlah penelitian juga ikut mendorong popularitas daun sirsak. Kandungan senyawa fenolik, flavonoid, dan acetogenin membuat daun ini kerap dikaitkan dengan aktivitas antioksidan dan antimikroba.

Dalam jurnal Comprehensive Review on the Ethnomedicinal, Phytochemistry, and Pharmacological Aspects Focusing on Antidiabetic Properties, disebutkan bahwa daun sirsak menjadi salah satu bahan herbal tropis yang mulai banyak diteliti karena potensinya dalam pengembangan produk kesehatan alami.

Berbagai klaim manfaat pun bermunculan, mulai dari membantu kualitas tidur, meningkatkan daya tahan tubuh, hingga dugaan aktivitas antikanker berdasarkan pengujian laboratorium.

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa sebagian besar studi masih berada pada tahap uji laboratorium maupun hewan. Bukti klinis pada manusia masih sangat terbatas sehingga manfaat terapeutik daun sirsak belum dapat dijadikan standar medis resmi.


Baca Juga: BARANTIN DORONG EKSPOR SALAK JATENG

Selain itu, beberapa penelitian juga menyoroti kandungan acetogenin seperti annonacin yang dalam konsumsi berlebihan jangka panjang diduga memiliki potensi neurotoksisitas atau gangguan saraf.

Di tengah perdebatan ilmiah tersebut, pasar global produk herbal tetap tumbuh. Tren konsumsi minuman alami dan suplemen berbasis tanaman mendorong permintaan terhadap produk herbal niche, termasuk teh daun sirsak.

Jerman menjadi salah satu negara tujuan yang mulai dilirik eksportir Indonesia. Negara tersebut dikenal memiliki pasar produk herbal dan organic food yang terus berkembang. Selain Jerman, Korea Selatan juga mulai menjadi pasar potensial untuk produk daun sirsak kering asal Indonesia.

Sejumlah UMKM di berbagai daerah mulai menangkap peluang tersebut dengan mengolah daun sirsak menjadi produk bernilai tambah. Daun dipanen, dikeringkan menggunakan metode tertentu, lalu dikemas menjadi teh herbal maupun bubuk ekstrak.

Meski begitu, peluang ekspor ini masih menghadapi sejumlah tantangan besar.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekspor daun sirsak Indonesia dalam kode HS 08109094 masih bergerak fluktuatif dalam beberapa tahun terakhir. Pola ekspornya belum stabil karena sangat bergantung pada permintaan niche market dan kapasitas produksi pelaku usaha skala kecil.

Permasalahan utama terletak pada standarisasi mutu produk. Importir luar negeri mensyaratkan kualitas bahan baku yang konsisten, uji residu pestisida, sertifikat fitosanitasi, hingga sistem pengemasan yang memenuhi standar keamanan pangan internasional.

Sementara itu, banyak produsen domestik masih menjual daun kering dalam bentuk mentah tanpa proses standarisasi industri yang memadai. Kondisi tersebut membuat harga jual sulit meningkat dan suplai ekspor belum mampu berlangsung secara rutin.

Padahal nilai ekonomi terbesar justru berada pada produk hilirisasi.

Di pasar internasional, daun sirsak yang telah diolah menjadi teh premium dengan pengeringan higienis dan kemasan modern memiliki margin keuntungan jauh lebih tinggi dibanding daun segar atau daun kering biasa.

Karena itu, pengembangan industri pengolahan menjadi faktor penting apabila Indonesia ingin memperkuat posisi sebagai pemasok produk herbal tropis dunia.

Di tengah meningkatnya tren gaya hidup sehat global, daun sirsak yang dulu hanya dianggap limbah kebun kini mulai menunjukkan potensi sebagai komoditas herbal bernilai ekspor.

Sumber : CNBC Indonesia

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 28 Mei 2026, 8:17 AM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 28 Mei 2026, 8:17 AM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 28 Mei 2026, 8:17 AM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 28 Mei 2026, 8:17 AM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved