• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. NTP Naik, Tapi Subsektor Hortikultura Masih Alami Tekanan

NTP Naik, Tapi Subsektor Hortikultura Masih Alami Tekanan

  • 07 Oktober 2025, 8:12 AM
  • Agribisnis
  • Adhita Diansyavira

Hortiindonesia.com - Nilai Tukar Petani (NTP) menjadi salah satu indikator utama dalam mengukur kesejahteraan petani di Indonesia. Indikator ini membandingkan harga yang diterima petani dari hasil produksi dengan harga yang mereka keluarkan untuk konsumsi dan biaya usaha tani. Jika NTP berada di atas angka 100, artinya pendapatan petani lebih besar daripada pengeluaran mereka, sehingga mencerminkan kondisi yang relatif sejahtera.

Sepanjang 2025, NTP menunjukkan tren cukup stabil, bahkan sempat mencatatkan capaian tertinggi di angka 124,36 pada Agustus. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kenaikan NTP per September 2025 mencapai 0,63% dibanding bulan sebelumnya. Hal ini terjadi karena indeks harga yang diterima petani (It) naik lebih tinggi daripada indeks harga yang dibayar (Ib).

Namun Sobat Horti, ada catatan penting, subsektor hortikultura justru mengalami penurunan NTP sebesar 1,63%. Penurunan ini kontras dengan subsektor lain yang rata-rata mengalami peningkatan, seperti tanaman pangan (naik 0,26%), perkebunan rakyat (1,57%), peternakan (1,51%), dan perikanan (0,07%).


Baca Juga: Daun Sirih untuk Kulit Glowing: Cara Penggunaan yang Benar

Kondisi ini menandakan bahwa petani hortikultura menghadapi tekanan dari sisi keseimbangan harga. Meskipun biaya yang mereka keluarkan (Ib) naik tipis 0,06%, harga jual produk hortikultura tidak mampu mengimbangi, sehingga memengaruhi kesejahteraan mereka.

Sobat Horti, situasi ini perlu menjadi perhatian bersama, mengingat subsektor hortikultura memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sehari-hari, mulai dari sayuran, buah-buahan, hingga tanaman hias. Fluktuasi harga yang tidak berpihak pada petani hortikultura dapat berdampak pada semangat produksi sekaligus mengurangi daya saing produk lokal.

Dengan melihat tren ini, penting bagi kita semua untuk mendorong kebijakan dan strategi yang lebih fokus pada subsektor hortikultura agar para petani tetap bisa bertahan, sejahtera, dan terus menyediakan pangan berkualitas bagi masyarakat.

Sumber : Goodstats.id

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 07 Oktober 2025, 8:12 AM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 07 Oktober 2025, 8:12 AM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 07 Oktober 2025, 8:12 AM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 07 Oktober 2025, 8:12 AM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved