• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Lengkuas, Rempah Sejuta Fungsi dari Bumbu Dapur Sampai Buat Perawatan Kulit

Lengkuas, Rempah Sejuta Fungsi dari Bumbu Dapur Sampai Buat Perawatan Kulit

  • 23 Januari 2026, 10:28 AM
  • Herbal
  • Adhita Diansyavira

Hortiindonesia.com - Kalau ngomongin rempah yang selalu bikin masakan jadi lebih harum dan “berasa lengkap”, lengkuas pasti masuk daftar andalan. Di Indonesia, lengkuas juga sering disebut laos, bahkan di beberapa daerah punya nama lain seperti kelawas dalam bahasa Karo. Tanaman yang satu ini termasuk jenis tumbuhan umbi-umbian yang bisa hidup di dataran tinggi maupun dataran rendah, jadi wajar kalau lengkuas gampang banget ditemukan dan jadi bagian penting dalam keseharian masyarakat.

Lengkuas dikenal dengan nama ilmiah Alpinia galanga dan termasuk keluarga Zingiberaceae, satu kelompok dengan tanaman rimpang lain yang juga populer sebagai bumbu maupun herbal. Keberadaan lengkuas bukan cuma khas Indonesia saja, karena tanaman ini sudah banyak ditanam di berbagai wilayah Asia seperti India, Arab, Cina, Sri Lanka, sampai Indonesia.

Dari dulu sampai sekarang, pemanfaatannya pun tetap sama: sebagai campuran bumbu masak sekaligus bahan pengobatan tradisional. Lengkuas seolah menjadi contoh rempah yang “kerjanya banyak”, karena bisa masuk ke dapur sekaligus menemani rutinitas perawatan alami masyarakat sejak zaman dahulu.

Dalam urusan memasak, cara memakai lengkuas terbilang sederhana, tapi efeknya luar biasa. Biasanya rimpang lengkuas cukup dimemarkan, lalu dicelupkan atau dimasukkan begitu saja ke dalam campuran masakan. Meskipun tidak selalu dimakan langsung, aroma dan karakter lengkuas bisa menyatu dalam masakan, membuat rasa lebih kaya dan wangi rempahnya keluar lebih terasa. Lengkuas sering jadi “teman setia” di berbagai menu Nusantara yang berkuah atau berbumbu kuat, karena ia memberi rasa hangat yang khas tanpa membuat masakan terasa berlebihan.

Sobat Horti yang suka berkebun juga bisa banget menanam lengkuas sendiri di rumah. Tanaman ini dapat tumbuh di tempat yang terbuka dengan sinar matahari penuh, tetapi juga masih bisa hidup di area yang sedikit terlindung. Lengkuas cenderung menyukai tanah yang lembap dan gembur, namun akan kesulitan tumbuh jika kondisi tanah terlalu becek.

Karena itulah, kalau Sobat Horti menanam lengkuas di pekarangan, penting untuk memastikan media tanamnya tidak menahan air terlalu lama agar rimpang tidak mudah terganggu pertumbuhannya. Lengkuas juga tumbuh subur mulai dari daerah dataran rendah sampai ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut. Bahkan di Indonesia, lengkuas cukup sering ditemukan tumbuh liar di hutan jati atau semak belukar, yang menunjukkan tanaman ini memang cocok dengan lingkungan tropis kita.


Baca Juga: Kementan Gandeng IWAPI Bangun Sektor Pertanian

Secara bentuk, lengkuas adalah tanaman rimpang yang punya struktur lengkap seperti batang, daun, bunga, buah, hingga biji. Tanamannya bisa tumbuh tegak dengan tinggi sekitar dua meter atau lebih, dan batangnya termasuk batang semu karena tertutup pelepah daun. Daun lengkuas berbentuk memanjang seperti lanset, ujungnya runcing, pangkalnya lebih tumpul, tepinya rata, dan ukurannya bisa cukup besar. Kalau Sobat Horti pernah melihat tanaman lengkuas tumbuh subur, tampilannya memang terlihat rapi dan kuat, dengan daun panjang yang berwarna hijau dan memberi kesan segar.

Menariknya lagi, lengkuas berasal dari Asia Tenggara dan pernah punya peran penting dalam sejarah rempah. Pusat budidayanya pada masa perdagangan rempah-rempah dulunya banyak berkembang di Jawa. Sampai sekarang, lengkuas masih dibudidayakan secara luas di Asia Tenggara, terutama di kawasan Kepulauan Sunda Besar dan Filipina, dan budidayanya juga menyebar ke negara Asia Tenggara lainnya seperti Thailand. Ini membuktikan kalau lengkuas bukan sekadar bumbu rumahan, tapi juga salah satu komoditas rempah yang sudah lama berharga dan terus bertahan sampai hari ini.

Selain fungsinya di dapur, lengkuas juga terkenal punya manfaat untuk kesehatan, terutama dalam pengobatan tradisional. Salah satu manfaat yang cukup menonjol adalah sebagai antifungi atau antijamur. Lengkuas merupakan tanaman obat yang mengandung senyawa antimikroba seperti diterpene dan eugenol yang diketahui memiliki aktivitas antijamur.

Sejak zaman dahulu, parutan rimpang lengkuas sering digunakan untuk membantu mengatasi berbagai masalah kulit yang disebabkan oleh jamur, misalnya panu, kurap, eksim, jerawat, koreng, bisul, dan keluhan lain yang serupa. Dalam praktik tradisional, penggunaan ini cukup dikenal luas karena dianggap mudah dilakukan dan bahannya pun gampang ditemukan.

Tidak berhenti di situ, rimpang lengkuas juga disebut efektif digunakan sebagai terapi berbagai macam kondisi karena memiliki aktivitas antibakteri, antiradang, antihepatotoksik, antioksidan, imunodulator, antiulseratif, antitumor, dan antialergi. Hal ini membuat lengkuas sering dipandang sebagai tanaman herbal yang punya potensi sangat luas. Dalam lengkuas juga terdapat kandungan minyak asiri sekitar 1% yang berwarna kuning kehijauan, dengan komponen utama seperti metil-sinamat, sineol, eugenol, kamfer, seskuiterpen, hingga galangin dan senyawa lainnya. Kandungan tersebutlah yang membuat lengkuas memiliki aroma khas sekaligus nilai fungsional yang penting dalam pemanfaatan tradisional.

Eugenol yang terdapat pada rimpang lengkuas dikenal memiliki efek antijamur terhadap Candida albicans. Salah satu efek eugenol juga disebut sebagai antiseptik lokal, sementara turunannya dapat bekerja sebagai biosida dan antiseptik. Selain eugenol, senyawa diterpene juga disebut memiliki peran dalam aktivitas antijamur. Bahkan ada penelitian yang menyebutkan bahwa senyawa diterpene tertentu yang diisolasi dari biji lengkuas dapat meningkatkan aktivitas antijamur secara sinergis. Dari sini Sobat Horti bisa melihat bahwa lengkuas tidak hanya “dipercaya” secara turun-temurun, tetapi juga memiliki kandungan yang memang mendukung fungsinya dalam pemanfaatan kesehatan.

Lengkuas memang pantas disebut rempah sejuta fungsi. Di dapur, lengkuas membantu memperkaya rasa dan aroma masakan sehingga lebih menggugah selera. Di sisi lain, lengkuas juga dikenal sebagai bagian dari perawatan tradisional, terutama untuk masalah kulit yang berkaitan dengan jamur. Dengan karakter yang mudah tumbuh, mudah ditemukan, dan punya manfaat yang beragam, lengkuas adalah salah satu contoh tanaman rempah Nusantara yang sederhana tapi perannya besar dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber : Departemen Herbal Laboratorium Terpadu Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 23 Januari 2026, 10:28 AM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 23 Januari 2026, 10:28 AM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 23 Januari 2026, 10:28 AM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 23 Januari 2026, 10:28 AM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved