• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Kunyit Si Penyumbang Devisa, Produksinya Aman untuk Kebutuhan Dalam Negeri

Kunyit Si Penyumbang Devisa, Produksinya Aman untuk Kebutuhan Dalam Negeri

  • 24 November 2021, 2:18 PM
  • Kilas
  • HORTI INDONESIA
Jakarta, hortiindonesia.com - Terhitung semenjak Covid-19 merebak, orang mencari kunyit sebagai alternatif pengobatan sekaligus untuk menjaga daya tahan tubuh. Tanaman ini juga dikenal sebagai bumbu dapur yang banyak diminati pasar dalam negeri maupun luar negeri. Penjualannya tidak hanya sebatas produk segar namun juga dalam bentuk simplisia. Sentra terbesar kunyit tersebar di Jawa Timur (53,5 %), Jawa Tengah (15,65 %), Jawa Barat (8,85 %) dan Sulawesi Selatan (4,92 %). 
 
“Hal ini tentu menggairahkan petani lokal yang tersebar di Wonogiri, Bondowoso, Kediri, Gresik, Pacitan, Ponorogo, Garut, Rejanglebong, Kulonprogo dan beberapa kabupaten lain. Ekspor kunyit sendiri cukup bagus, yakni sebesar 36 % terhadap total produksi rimpang di Indonesia,” ujar Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto. 
 
Untuk pasar luar negeri, lanjut Prihasto, volume ekspor kunyit cenderung fluktuatif mengikuti produksi. Selama kurun waktu 2018-2020, ekspor kunyit tersebar di 51 negara tujuan. Ekspor utama kunyit di antaranya ke India, Malaysia, US, Thailand dan Jerman.  
 
“Adapun negara dengan permintaan kunyit terbesar adalah India (21.129 ton), diikuti oleh Malaysia (2.728 ton), Taiwan (705 ton), Amerika Serikat (507 ton) dan Korea Selatan (301 ton) serta lainnya (1.242 ton),” terang Prihasto.
 
Menyambung, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Tommy Nugraha mengatakan, angka ekspor ini tidak mengganggu pemenuhan kebutuhan dalam negeri baik dari sisi volume maupun kualitas. Sebagai gambaran, kebutuhan kunyit dalam negeri pada tahun 2018 sebesar 151.618 ton, tahun 2019 sebesar 138.704 ton dan pada 2020 sebesar 147.973 ton. 
“Angka kebutuhan ini tercukupi seiring dengan produksi yang dihasilkan. Data BPS menunjukkan, produksi kunyit Indonesia pada 2020 sebesar 193.582 ton. Pada 2019, produksinya sebesar 190.909 ton. Data sementara menunjukkan, produksi nasional hingga September 2021 sebesar 112.222 ton. Dari data tersebut maka kita ketahui neraca kunyit tahun 2020 masih surplus sebesar 47.484 ton,” terang Tommy. 

Baca Juga: Salak Pondoh Sleman Rutin Diekspor ke China, Kementan Optimis Program GraTiEks Tercapai

 
Kabupaten Bondowoso, salah satu daerah sentra, kunyit sudah dipanen. Sementara sisanya sebagian besar masih disimpan di lahan menunggu kenaikan harga. Harga kunyit saat ini berada di angka Rp 1.400 -1.500 per kg di tingkat petani. 
 
“Harga kunyit terbaru Rp 1.100 hingga 1.500. Kami menunggu harga baik di kisaran Rp 2.500. Pada harga tersebut kami barulah akan memanen,” ujar petani asal Desa Palalangan, Kecamatan Cermee, Badri.
 
Menyinggung berita langkanya kunyit bagi pelaku usaha tanah air, salah satu pemilik UMKM Rumpun Padi, Sudaryati mengaku tidak merasa kesulitan memperoleh bahan baku olahan. 
 
"Ndak tuh. Saya sejauh ini aman - aman saja untuk kebutuhan produksi empon - empon. Bahkan saya belum mendengar rekan pelaku usaha lain yang mengaku kesulitan kunyit. Memangnya butuh berapa ton? Saya coba bantu carikan ya," ujar pemilik aneka minuman serbuk herbal yang telah menembus pasar Eropa ini. 
 
Sebagai informasi, pada 2018 ekspor kunyit sebesar 9.541 ton, disusul pada 2019 di mana angka ekspor sempat turun menjadi 7.163 ton. Angka ekspor kemudian naik lagi pada 2020 sebesar 9.909 ton. Terhitung hingga September 2021, angka ekspor yang terdata sebesar 5.987 ton.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 24 November 2021, 2:18 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 24 November 2021, 2:18 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 24 November 2021, 2:18 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 24 November 2021, 2:18 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved