• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Kunyit dalam Tradisi Jawa: Antara Upacara dan Hidangan

Kunyit dalam Tradisi Jawa: Antara Upacara dan Hidangan

  • 15 April 2025, 10:49 PM
  • Herbal
  • Adhita Diansyavira

Horti Indonesia - Sobar Horti, tahukah kamu bahwa kunyit bukan hanya bumbu dapur biasa? Di tangan masyarakat Jawa, rempah berwarna kuning keemasan ini punya makna yang begitu dalam. Dari dapur hingga ke pelaksanaan upacara adat, kunyit hadir sebagai bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus simbol nilai-nilai budaya yang masih lestari hingga kini.

Dalam berbagai ritual adat Jawa, kunyit dianggap sebagai lambang kesucian, perlindungan, dan keberkahan. Warna kuningnya dipercaya membawa energi positif, sehingga sering digunakan dalam air kembang untuk prosesi siraman pengantin, ruwatan, hingga bersih desa. Air siraman yang mengandung irisan kunyit dipercaya dapat menyucikan lahir batin dan menjauhkan dari energi negatif.

Tak hanya dalam bentuk cair, kunyit juga diolah menjadi sajian khas yang sarat makna, seperti lepet kunir. Makanan dari ketan yang dimasak dengan parutan kelapa dan air kunyit ini dibungkus daun kelapa muda dan disajikan dalam momen selamatan atau syukuran. Rasanya gurih dan hangat, menyimbolkan doa akan rezeki yang terus mengalir dan kehidupan yang penuh keberkahan.

Sobat Horti juga pasti tidak asing dengan jamu kunyit asam. Minuman tradisional ini diracik dari perasan kunyit segar yang dicampur asam jawa dan gula aren.


Baca Juga: HORTI TRADE ROOM: Kemitraan Kementan dengan KBHI Dorong Penyerapan Produk Petani

Selain menyegarkan, jamu ini dipercaya membantu menjaga stamina tubuh, meredakan nyeri haid, dan mempercantik kulit dari dalam. Hingga kini, jamu kunyit asam masih jadi andalan banyak perempuan di Jawa sebagai bagian dari perawatan diri alami.

Dalam dunia kuliner pun, kunyit punya peran penting. Bumbu ini menjadi dasar dari banyak masakan khas Jawa seperti opor, nasi kuning, gudeg, hingga soto.

Warna cerah dan aroma khasnya memberi karakter yang kuat, membuat sajian terasa lebih istimewa meski berbahan sederhana.

Sobat Horti, kunyit bukan hanya sekadar rempah. Ia adalah warisan budaya yang menyatukan rasa, kesehatan, dan spiritualitas.

Menjaga tradisi kunyit berarti menjaga jati diri kita sebagai bangsa yang kaya rempah dan kearifan lokal. Yuk, lestarikan dan manfaatkan kunyit dalam kehidupan sehari-hari, sebagai bentuk cinta kita pada budaya dan alam.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 15 April 2025, 10:49 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 15 April 2025, 10:49 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 15 April 2025, 10:49 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 15 April 2025, 10:49 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved