• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. KONDISI BERBEDA, ATURAN PETANI EROPA TIDAK BISA DITERAPKAN UNTUK INDONESIA

KONDISI BERBEDA, ATURAN PETANI EROPA TIDAK BISA DITERAPKAN UNTUK INDONESIA

  • 13 Agustus 2021, 2:05 PM
  • Buah, Kilas

Jakarta, Hortiindonesia.com

Untuk mencapai emisi 0% lewat EU green deal, Uni Eropa melakukan beberapa pengetatan aturan. Menurut Dubes Indonesia untuk Belgia, Luksemburg dan Uni Eropa Andri  Hadi, beberapa indikasi standar pengetatan pangan yang akan diimplementasikan UE adalah pengurangan 50% penggunaan pestisida terhadap produk agrikultur;  pengurangan 25% pupuk kimia pada tanaman pangan; peningkatan 25% pertanian organik;  standarisasi kemasan dan label di produk pangan yang mencakup informasi nutrisi serta aspek iklim, lingkungan hidup dan sosial yang menyertai produk terkait. Petani UE minta kesamaan playing field dengan petani non UE sehingga akan berdampak pada ekspor produk pertanian dari negara non UE.

Sedang Inggris, menurut Desra Percaya, Dubes Indonesia untuk Inggris, menerapkan due dillegence untuk 7 produk kunci.  Alasannya adalah untuk keberlanjutan, bebas deforestasi atau degradasi lingkungan, mendukung penciptaan pekerjaan, mendukung sistim ketahanan pangan.

Welly Sugiono dari Great Giant Pineaple, eksportir nanas olahan menyatakan saat ini yang menjadi masalah adalah diskriminasi baik oleh UE atau Inggris. GGP sebagai produsen sekaligus eksportir harus memenuhi berbagai sertifikat sebelum bisa ekspor ke UE dan Inggris.  Syarat yang sama juga dikenakan kepada Filipina.


Baca Juga: Anggrek Dendrobium, Primadona Tanaman Hias dan Ekspor Indonesia

Tetapi diskrimasi terjadi , produk nanas olahan Indonesia dikenakan bea masuk 12% di UE dan 16% di Inggris, sedang Filipina tanpa bea masuk. “Padahal sertifikasinya sama, punya kami tidak kurang dari Filipina. Aturan-aturan baru terkait pengurangan emisi Gas Rumah Kaca diharapkan tidak menambah diskriminasi perdagangan,” katanya.

Eropa juga mewajibkan petaninya untuk mengurangi penggunaan pestisida sampai 50%. Petani Eropa juga minta supaya produk pertanian impor yang masuk ke UE harus mendapat perlakukan yang sama.

“Kondisi Eropa dan negara tropis seperti Indonesia sangat jauh berbeda. Di sana mikroba penyebab penyakit tanaman tidak banyak sehingga sangat memungkinkan pengurangan pestisida khususnya fungsida sampai 50%. Sedang Indonesia adalah gudangnya mikroba. Jumlah penyakit tanaman di Indonesia pasti lebih banyak dari Eropa,” katanya.

Dalam kondisi seperti ini tentu tidak bisa apa yang dilakukan petani Eropa diterapkan pada petani Indonesia. Pemerintah harus bernegoisasi supaya untuk petani di negara tropis seperti Indonesia bukan pengurangan pestisida sampai 50% tetapi pestisida apa saja yang boleh digunakan.

 

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 13 Agustus 2021, 2:05 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 13 Agustus 2021, 2:05 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 13 Agustus 2021, 2:05 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 13 Agustus 2021, 2:05 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved