• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Kementan Perkuat Hortikultura Lahan Kering di Enrekang untuk Hadapi Ancaman El Nino

Kementan Perkuat Hortikultura Lahan Kering di Enrekang untuk Hadapi Ancaman El Nino

  • 13 Mei 2026, 12:28 PM
  • Kilas
  • Adhita Diansyavira

Hortiindonesia.com - Kementerian Pertanian terus mempercepat pengembangan hortikultura di kawasan lahan kering sebagai langkah menghadapi potensi dampak El Nino. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui program Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP) yang dijalankan di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Program ini difokuskan pada peningkatan produksi hortikultura, penerapan teknologi pertanian, hingga penguatan kelembagaan petani.

Program HDDAP menjadi bagian dari strategi adaptasi perubahan iklim, terutama di wilayah dataran tinggi dan lahan kering yang rawan kekurangan air. Melalui Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementan mendorong pengembangan kawasan hortikultura terpadu berbasis komoditas unggulan sekaligus memperkuat sistem agribisnis dari hulu sampai hilir.

Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Kementerian Pertanian yang juga Project Director HDDAP, Freddy Lumban Gaol, mengatakan pelaksanaan HDDAP di Enrekang mencakup 10 kecamatan. Fokus pengembangannya meliputi 13 klaster bawang merah dan 4 klaster kentang sebagai komoditas unggulan daerah. Menurutnya, bawang merah menjadi motor penggerak ekonomi Enrekang dengan nilai perputaran ekonomi yang diperkirakan mencapai Rp40 triliun setiap tahun.

Freddy menegaskan keberhasilan pengembangan hortikultura di lahan kering memerlukan sinergi dari seluruh pihak terkait.

“Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, penyuluh, dan petani merupakan kekuatan utama dalam mendorong kemajuan sektor hortikultura. Seluruh pihak yang terlibat dalam HDDAP harus memiliki semangat yang sama untuk mentransformasi pertanian menuju sistem agribisnis modern,” ujar Freddy dikutip dari situs resmi Kementerian Pertanian, Rabu (13/5/26).

Ia menambahkan, program HDDAP diarahkan untuk mendorong petani agar mampu naik kelas melalui penguatan Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP). Kelembagaan tersebut diharapkan menjadi pusat pengelolaan agribisnis terpadu mulai dari budidaya, pascapanen, hingga pemasaran berbasis mutu.

Dalam implementasinya, HDDAP telah menunjukkan perkembangan signifikan. Verifikasi dan validasi CPCL bawang merah tercatat mencapai 95 persen, sedangkan kentang sudah 100 persen. Penyusunan dokumen Horticulture Cluster Development Plan (HCDP) juga terus dipercepat agar kegiatan di lapangan dapat berjalan tanpa hambatan.

Berbagai tantangan khas lahan kering turut menjadi perhatian, mulai dari keterbatasan air, ketergantungan pada musim hujan, serangan organisme pengganggu tanaman, hingga fluktuasi harga komoditas. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah menyiapkan intervensi berupa pengembangan irigasi pompa, pemetaan sumber air, penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT), serta penguatan rantai pasok dan kemitraan dengan offtaker.


Baca Juga: Kampung Lengkeng Kateki, Cara Kementan Sejahterakan Petani

Selain menjaga produksi di tengah ancaman El Nino, pengembangan hortikultura lahan kering di Enrekang juga dinilai memiliki peluang besar untuk pasar ekspor. Bawang merah asal daerah tersebut disebut berpotensi menembus pasar internasional, termasuk kawasan Timur Tengah, apabila konsistensi produksi dan pemasarannya terus diperkuat.

Program HDDAP juga memberikan dampak sosial dengan membuka peluang kerja baru bagi tenaga fasilitator dan tenaga ahli lokal yang terlibat dalam pendampingan petani.

Sekretaris Daerah Kabupaten Enrekang, Zulkarnain Kara, menegaskan pemerintah daerah siap mendukung pelaksanaan program tersebut. Ia menilai ancaman El Nino harus diantisipasi melalui pemanfaatan teknologi pertanian dan kerja sama lintas sektor.

“Kita akan menghadapi El Nino yang berpotensi menyebabkan kekeringan di berbagai wilayah. Oleh karena itu, diperlukan langkah antisipatif melalui pemanfaatan teknologi pertanian. Kami menyambut baik program HDDAP sebagai solusi konkret dalam menghadapi tantangan tersebut,” kata Zulkarnain.

Dari sisi petani, program HDDAP dinilai membawa harapan baru untuk meningkatkan produktivitas bawang merah dan kentang di lahan kering. Anggota Kelompok Tani Santabi, Kadirbali, mengaku terbantu dengan dukungan sarana produksi yang diberikan pemerintah.

“Kami sangat terbantu dengan adanya program ini. Dukungan seperti pompanisasi, benih, serta sarana produksi lainnya sangat penting untuk meningkatkan produktivitas lahan kering,” ungkap Kadirbali.

Kementerian Pertanian menegaskan percepatan implementasi HDDAP pada 2026 menjadi prioritas utama dengan memastikan tidak ada kekosongan kegiatan di lapangan. Penguatan kelembagaan petani, dukungan infrastruktur air, serta integrasi sektor hulu hingga hilir disebut menjadi kunci keberhasilan program dalam meningkatkan produktivitas dan nilai tambah hortikultura di kawasan lahan kering.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah terus menyiapkan berbagai strategi untuk menghadapi ancaman El Nino demi menjaga ketahanan pangan nasional.

“Sesuai dengan peringatan dari BMKG bahwasanya ada El Nino. Ini perlu kita melakukan langkah-langkah strategis dan percepatan. Dengan kerja cepat dan kolaborasi yang kuat, sektor pertanian Indonesia akan tetap tangguh demi menjaga ketahanan pangan nasional,” tutur Mentan Amran.

Sumber : Kementerian Pertanian

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 13 Mei 2026, 12:28 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 13 Mei 2026, 12:28 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 13 Mei 2026, 12:28 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 13 Mei 2026, 12:28 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved