• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. INVESTASI KEBUN DURIAN DI BANTEN SANGAT TERBUKA, YAHYA KELOLA 40 HA MILIK INVESTOR

INVESTASI KEBUN DURIAN DI BANTEN SANGAT TERBUKA, YAHYA KELOLA 40 HA MILIK INVESTOR

  • 08 Juni 2023, 7:07 PM
  • Buah, Agribisnis

Lebak, Hortiindonesia.com

Durian merupakan salah satu buah favorit masyarakat. Apalagi durian seperti musang king, ochee (duri hitam dan lain-lain) yang harganya mahal sangat prospektif untuk membudidayakanya. Prospek berkebun durian diperkirakan masih bagus karena tingginya permintaan.

Muhammad Yahya, saat ini mengelola kebun durian sekitar 40 ha di Kabupaten Lebak Banten. Lahan 40 ha tidak semuanya durian tetapi ada tanaman lain, sekitar 80% merupakan durian. “Pertama kali saya masuk ke Lebak membuka kebun kurma seluas 1,2 ha. Setelah 2 tahun karena merawat kurma perlu trik khusus sehingga terkendala maka beralih ke durian. Ternyata durian perkembanganya pesat, saya tawarkan ke investor dan sekarang kita kelola 40 ha,” katanya kepada Media Perkebunan.

Durian 40 ha itu tidak berada salam satu hamparan tetapi tersebar di 5 kecamatan yaitu Banjarsari, Malingping,  Gunung kencana dalam luasan 1 ha, kemudian yang besar Cijaku 16 ha dan Cirinten dalam  4 bulan terkakhir 20 ha. Di Cirinten lokasinya dekat kawasan wisata Baduy sehingga bisa dikembangkan sebagai kawasan agrowisata.

Kecamatan Cijaku adalah eks kebun kelapa sawit masyarakat yang berumur sudah diatas 25 tahun sehingga tidak produktif, sehingga di konversi ke durian. Sedang di Cijaku eks tanaman kayu . Selain durian di sini ditanam juga kelapa, pete, jengkol, alpukat, jeruk, manggis tetapi 80% durian.


Baca Juga: Kementan Dorong Sulteng Jadi Pemasok Cabai Indonesia Timur

Durian yang ditanam Yahya dominan Musang King, Ochee dan Bawor. Durian lain yang ditanam adalah Monton,  tembaga, matahari dan namlung. Benih tidak bersertifikat tetapi dibeli dari pembibitan yang sudah dikenal, tahu entres yang digunakan dari pohon yang sudah berbuah dan terbukti. “Membedakan varietas dari durian cukup dari daunnya, kita bisa tahu varieatas apa. Jadi tidak bisa orang mengaku durian biasa diakui sebagai Musang King. Saya sudah belajar jadi tahu hal seperti ini,” katanya.

Meskipun berlatar belakang teknik mesin, tetapi sejak kecil sampai kuliah Yahya sudah biasa bertani sehingga punya pengalaman. Yahya juga belajar dari pengelola kebun durian yang sukses di Sukabumi dan Bogor. “Kebun durian berdasarkan pengelolaanya ada sultan, modern, standar, tradisional dan tanam tinggal. Kita ada ditengah-tengah yaitu standar . Saat ini masih konsentrasi pada pemeliharaan yang ada dan perluasan, akhir tahun ditargetkan 100 ha. Belum ada yang berbuah, sebab yang paling awal ditanam saja berumur 1,5 tahun,” katanya.

Dalam membangun kebun durian Yahya melibatkan investor. “Saya cari tanah yang masih murah yang masih terjangkau teman-teman investor di Jakarta. Saya pasarkan pada teman-teman dekat yang sudah kenal saja di WAG. Ada kebun luas sekian harga sekian. Investor tentu tidak mau membeli kebun setelah itu menganggur tidak ada yang mengelola, saya tawarkan pengelolaanya juga. Ada tim di lokasi terdiri dari 11 orang yang mengelola semua kebun investor dengan 2 supervisor. Saya juga seminggu bisa 1-2 kali ke lokasi memastikan kebun dikelola dengan benar ,” kata Yahya.

Harga yang ditawarkan Yahya jauh dibawah harga kavling-kavling durian sekitar Bogor yang banyak diiklankan. Iklan kavling durian 100 meter persegi harga Rp50-60 juta sehingga permeternya Rp500.000. Yaha menawarkan Rp20.000-25.000/m2 sehingga per ha sekitar Rp200 juta – 250 juta untuk tanahnya, Ditawarkan ke investor mau tanam apa. Sebagian besar durian maka investasi lagi untuk benih dan pemeliharaan.  Kalau sudah berbuah sistimnya bagi hasil, 70% untuk pemilik, 30% untuk Yahya sebagai pengelola. Semua tanah sertifikatnya atas nama investor yang bersangkutan.

Kebun

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 08 Juni 2023, 7:07 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 08 Juni 2023, 7:07 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 08 Juni 2023, 7:07 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 08 Juni 2023, 7:07 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved