• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Indonesia Bisa Jadi Pemain Kunci Pengembangan Obat Herbal Modern

Indonesia Bisa Jadi Pemain Kunci Pengembangan Obat Herbal Modern

  • 21 Desember 2025, 4:39 PM
  • Herbal
  • HORTI INDONESIA

Jakarta, hortiindonesia.com Indonesia memiliki reputasi sejak dulu sebagai salah satu negara dengan kekayaan hayati terkaya di dunia, serta dipandang memiliki potensi besar dalam bidang pengobatan alami. Dengan pengetahuan lokal turun temurun yang disempurnakan melalui penelitian ilmiah serta pembentukan ekosistem yang memadai, Indonesia bisa jadi pemain kunci dalam pengembangan obat herbal modern di dunia.

Menurut dr. Inggrid Tania, Ketua Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu
Indonesia (PDPOTJI), Indonesia telah memiliki fondasi kuat untuk mengembangkan obat herbal
modern. “Ribuan tumbuhan sudah dimanfaatkan sejak zaman nenek moyang. Kita juga sudah
punya farmakope herbal untuk standarisasi produk. Ini menunjukkan kita punya pengetahuan dan sistem yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” jelasnya.

Salah satu herba unggulan Indonesia adalah jahe merah, yang sejak lama digunakan oleh
berbagai suku untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan vitalitas. Penelitian modern
membuktikan manfaatnya: kandungan gingerol, shogaol, dan zingerone membuat jahe merah
bersifat antiinflamasi, antioksidan, antibakteri, dan antidiabetes. Studi internasional juga
menunjukkan potensinya untuk meredakan arthritis dan membantu mengontrol kadar gula darah.

Pentingnya Standarisasi dan Ekosistem Herbal Terpadu


Baca Juga: Pandemi Tak Halangi Produsen Hasilkan Benih Buah Bermutu

Pertumbuhan industri herbal di Indonesia berjalan cepat, dari usaha kecil hingga industri besar.

Namun, menurut dr. Inggrid, masih ada tantangan besar pada standarisasi. “Produk herbal harus memenuhi tiga aspek: autentisitas, kemurnian, dan mutu. Tanpa itu, produk sulit Dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” tegasnya.

Ia menambahkan, ekosistem yang terintegrasi dari hulu ke hilir menjadi kunci. Ekosistem yang
dimaksud dimulai dari pembenihan dan budidaya tanaman obat, proses pascapanen, ekstraksi, hingga riset dan produksi. Sistem ini memastikan traceability bahan baku sekaligus menjaga keberlanjutan (sustainability) industri.

“Mayoritas industri herbal di Indonesia belum memiliki ekosistem penuh. Ini yang perlu diperkuat agar daya saing global meningkat,” ujarnya.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 21 Desember 2025, 4:39 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 21 Desember 2025, 4:39 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 21 Desember 2025, 4:39 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 21 Desember 2025, 4:39 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved