• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Harga Komoditas Hortikultura Menguat, NTP Nasional Naik 1,99% pada Mei 2026

Harga Komoditas Hortikultura Menguat, NTP Nasional Naik 1,99% pada Mei 2026

  • 03 Juni 2026, 4:46 PM
  • Kilas
  • Adhita Diansyavira

Hortiindonesia.com – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Mei 2026 mengalami peningkatan sebesar 1,99 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Dengan kenaikan tersebut, NTP nasional tercatat berada di level 127,33.

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan bahwa kenaikan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani (IT) tumbuh lebih tinggi dibandingkan indeks harga yang dibayarkan petani (IB).

“Indeks harga yang diterima petani naik sebesar 2,53 persen, lebih tinggi dibandingkan peningkatan indeks harga yang dibayarkan petani yang naik sebesar 0,53 persen,” ujar Pudji dalam konferensi pers, Senin (2/6/2026).

Menurut Pudji, peningkatan tersebut didorong oleh membaiknya harga sejumlah komoditas pertanian unggulan, terutama dari kelompok hortikultura. Beberapa komoditas yang turut menopang kenaikan NTP di antaranya karet, gabah, kakao atau biji cokelat, serta bawang merah.


Baca Juga: Mangga Denarum Agrihorti Produksinya Mencapai 150 Kg

Jika dilihat berdasarkan subsektor, hortikultura menjadi sektor dengan kontribusi kenaikan paling besar terhadap pertumbuhan NTP nasional. BPS mencatat NTP subsektor hortikultura melonjak 7,08 persen sepanjang Mei 2026.

“Subsektor yang mengalami kenaikan NTP tertinggi adalah subsektor hortikultura. Subsektor hortikultura ini mengalami kenaikan NTP sebesar 7,08 persen. Hal ini karena IT naik sebesar 7,52 persen sedangkan IB hanya naik sebesar 0,41 persen,” jelas Pudji.

Peningkatan NTP menjadi salah satu indikator yang menggambarkan kondisi kesejahteraan petani. Semakin tinggi NTP menunjukkan bahwa pendapatan yang diperoleh petani dari hasil produksi mampu tumbuh lebih cepat dibandingkan biaya kebutuhan produksi maupun konsumsi yang harus mereka keluarkan.

Dengan demikian, kenaikan NTP pada Mei 2026 mencerminkan adanya perbaikan daya beli serta penguatan kondisi ekonomi petani, terutama yang bergerak pada subsektor hortikultura.

Sumber : Bloomberg Technoz

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 03 Juni 2026, 4:46 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 03 Juni 2026, 4:46 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 03 Juni 2026, 4:46 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 03 Juni 2026, 4:46 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved