• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. FOOD ESTATE KALTENG KEMBANGKAN BUAH DAN SAYURAN SEBAGAI PENDUKUNG

FOOD ESTATE KALTENG KEMBANGKAN BUAH DAN SAYURAN SEBAGAI PENDUKUNG

  • 18 Maret 2021, 11:15 PM
  • Buah, Sayur, Kilas, Agribisnis

Jakarta, Hortiindonesia.com

Kasubdit Optimasi dan Rehabilitasi Lahan, Ditjen PSP, Kementerian Pertanian, Foyya Yusufu Aquino mengatakan target  food estate Kalteng adalah 164.928 ha, tahun 2020 sudah dilakukan pada lahan sawah eksisting 30.000 ha sedang tahun 2021 pada daerah irigasi yang mengalami perbaikan 55.456 ha dan pada daerah peningkatan jaringan irigasi seluas 73.500 ha. Komoditas utama adalah padi, pendukung adalah hortikultura (sayuran/buah-buahan), peternakan (itik) dan perkebunan. Hal ini dinyatakan dalam diskusi webinar Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) bertemakan “Food Estate Dukung Ketahanan Pangan” di Jakarta, Kamis (18 Maret 2021). Diskusi ini terlaksana berkat dukungan Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian dan Croplife Indonesia.

Pendekatan klaster seluas 2000-5000 ha dengan on farm padi, jagung, sapi/itik, kelapa dan jeruk. Klaster ini memberi bahan baku pada kawasan seluas 10.000 ha. Ada 3 kawasan yaitu Pulang Pisau tiga klaster, Kapuas 1 tiga klaster, Kapuas 2 dua klaster.

sebagai contoh penerapan teknologi di lahan food estate, pemerintah membuat center of excellence di Kabupaten Kapuas 1.000 ha dan Kabupaten Pulang Pisau 1.000 ha. Dari aspek hortikultura pengembangan kawasan buah (jeruk, durian, lengkeng) dan pengembangan sayuran (cabai, kangkung, sawi hijau).

Jenis kegiatan adalah penyediaan benih buah dan benih sayuran; pengolahan lahan (pembuatan guludan/tukungan/baluran/bedengan atau lubang tanam). Pengadaan sarana produksi untuk buah yaitu pupuk NPK, Dolomit, SP-36, pupuk organik, likat kuning, insektisida dan fungisida. Sedang untuk sayuran yaitu pupuk NPK, pupuk organik cair, dolomit, likat kuning, keranjang panen, fungisida, tanaman border (benih jagung manis) dan mulsa.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian Sarwo Edhy,  mengatakan bahwa food estate  mendukung ketahanan pangan nasional. Adapun Kementan mendorong intensifikasi lahan pada lokasi food estate dengan meningkatkan kemampuan lahan pertanian di lahan rawa melalui pemberian sarana produksi pertanian.

“Lahan rawa itu luasnya 34 juta hektare. Berdasarkan hasil penelitian sekitar 17 juta hektare yang bisa digunakan sebagai lahan pertanian produktif. Upaya ini dilakukan secara bertahap untuk optimalisasi lahan rawa supaya produksi kita meningkat,” katanya. Pelaksanaan food estate ini didukung Kementan melalui pendekatan  teknologi, sosialisasi kepada petani untuk menggunakan padi unggul bermutu bersertifikat. “Program food estate ini ditujukan untuk mendukung ketahanan pangan dan lahan rawa merupakan masa depan bangsa Indonesia,“ ujarnya.


Baca Juga: PPID Ditjen Hortikultura Berkomitmen Penuh Meningtkan Pelayanan PPID

Midzon Johannis, Senior Advisor Croplife Indonesia mengatakan pihaknya sangat mendukung program pembangunan food estate yang digaungkan pemerintah. Dengan populasi manusia dunia tahun 1950 sebanyak 2,5 miliar terus naik menjadi 7 miliar pada 2011 dan tahun 2050 dipekirakan mencapai 9 miliar. Imbasnya, konsumsi pangan diperkirakan meningkat 23 persen, sementara luas lahan pertanian hanya tumbuh 9 persen.

Dukungan Croplife Indonesia bagi pertanian Indonesia yakni dengan mendorong pengembangan teknologi baru untuk perlindungan tanaman, biologi, bioteknologi, digital dan smart agriculture sesuai dengan kondisi Indonesia.

Croplife Indonesia juga mendukung penyediaan teknologi dan menjamin ketersediaan sarana pertanian seperti produk perlindungan tanaman dan benih, pendamping kepada petani melalui learning centers, ekspo pertanian, pelatihan agronomi dan stewardship.

“Penyediaan teknologi dan menjamin ketersediaan sarana pertanian seperti produk perlindungan tanaman dan benih,” ujar Midzon.

Ketua Departemen Ilmu Ekonomi-FEM Institut Pertanian Bogor (IPB) Sahara mengatakan, pada konsep pengembangan food estate mekanisasi dan modernisasi pertanian/digitalisasi  merupakan salah satu  simpul penting  yang harus  diperkuat baik  di on farm dan off farm. Salah satu bisnis yang bisa dikembangkan dan menguntungkan petani adalah cabai rawit.

 

 

 

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 18 Maret 2021, 11:15 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 18 Maret 2021, 11:15 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 18 Maret 2021, 11:15 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 18 Maret 2021, 11:15 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved